Why Thailand? How?

By now you must already know that I have jumped into Thai’s Actors fandom and like really only care about them and Thailand.

But why?

As a K-popper for more than 12 years, I gradually feeling uncomfortable in a world that used to be my home, where I met my current closest friends, but now It felt awkward because I become the only one who freely jumped into Thai’s world of fandom. My blood is Korea, but my heart, Thailand took it away from Korea.

I’ve been following Thai’s series for a few years, but I’m not really into it, or like it so much, they served as a side-kick from my boredom from K-dramas. Only the last 1-2 years I started to listen to Thai songs, they are good! Not only from the OST of the series, but other songs as well, you should listen song from band/group like Bodyslam, Klear or Room39, their songs are great!

And just this year, I started to try to “learn” about this Thai world of Entertainment, especially when I found 2moons the Series, yes It is BL series, a simple story teaches us to love without any conditions. Not only that after I learned about the struggles of the actors, I felt touched. It is really hit me right into my simjang. hahaha.  Don’t try to jump in. Be prepared.

Don’t worry, Thai series has other stories other than BL, they have Hormones The Series, Project S the series, or U-Prince The Series.

Although I started this alone, luckily, I have a friend who also like the same actors as me, and I have another one of my followers on twitter too keep me accompanied.

What I really like about Thai celebrities, are the way they communicate with their fans, it seems like a family, very warn, very genuine, very nice and very friendly. You can easily get retweet/like/loved or even a reply. How they are so close with their official fanclub, how the management treated the fans. It is so much like a family and friends! Finally I find this new world I’m into is so much peaceful than Korea. And this new world saved me from being depressed and stressed.

Not that I dislike Korea, but it is just change of heart. Remember? My blood is Korea, but my heart is with Thailand. I still listen to K-pop, but Thai songs always come first.

If you feel uncomfortable with my updates on my twitter, you are feel free to unfollow me. Thank you.

Oomee.

 

 

Advertisements

Beda Nonton Bayar, Gratis & Ngeliput Konser K-Pop

Hey Everyone!

Sudah lama banget ngga update blog, habisnya bingung mau update apa (Well, kalau untuk trip ke Eropa kemarin, gue sudah lupa T_T). Kebetulan baru ingat kalau banyak yang “nuduh” kalau gue nonton konser K-Pop itu GRATIS. Nah disini gue mau ngelurusin ajah biar semuanya lebih ngerti sebenernya di KoreanUpdates itu gue kerjaannya ngapain, masa ngga dapet tiket GRATIS, masa ngga mau ngeliput.

Mungkin kalian mikir, masa ownernya ngga mau ngeliput, kan enak bisa nonton konser gratis. Well, beda lho nonton sama ngeliput, konsentrasinya beda; satu ke kerjaan, satu ke idola kita. Satu mikirin ntar nulis reportnya apa, Satu cuma mikirin kapan bisa nonton idola kita lagi. Disaat kalian nonton, yang ngeliput harus take note pakai hapenya, dan kemungkinan ngelewatin moment eye contact terlewatkan, dan kalau ngeliput, media kemungkinan besar di letakan di belakangggg banget.

Gini, di KoreanUpdates itu masing-masing punya kerjaan, gue kerjaannya apa? Gue sebagai owner masih megang kendali urusan siapa yang pergi liputan, nah ini based on apa? Simple, siapa yang kerjanya paling banyak. Tapi gue selalu rotasi. Terus enak dong jadi staffnya KoreanUpdates? Iya enak banget. Cuma update di twitter/instagram serajin-rajinnya trus dapet liputan. Kerjaannya yang ngga di bayar tapi menurut mereka menyenangkan, dibayar dengan pengalaman berharga pastinya.

Trus kalau media partner pasti sering dapet tiket gratis dong harusnya? Iya kita selalu dapet tiket gratis, tapi ini hak media mau di pakai untuk apa, bisa buat giveaway (dulu KoreanUpdates sering ngadain ini, tapi sekarang uda jarang), atau buat staff lain yang tidak ngeliput, tapi terkadang, kalau gue lagi baik, gue kasi tiketnya ke temen terdekat gue atau iya gue pake buat diri gue sendiri.

60% konser K-pop di Indonesia gue beli tiket (selalu beli 2 karena pergi sama ade gue), sisanya antara ngeliput atau yah pakai tiket gratis itu.

Sejujurnya gue paling males ngeliput, makanya gue kasi ke staff gue, dan gue bukan boss yang selfish (kecuali itu bias yang dateng baru deh). Jadi gue lebih suka nonton. Terus kenapa ngga semuanya pake yang gratisan ajah? Tiket gratisan itu selalu yang paling belakang, kecuali promoternya lagi baik, bisa dapet lumayan depan. Dan kalau artisnya yang gue suka, pastinya gue beli kelas yang mendingan.

Terus gue mungkin kelihatan deket sama beberapa promoter, ini hal uda wajar, media dan promoter itu selalu kerjasama, normal-normal ajah, dan ngga dibayar. Gue pernah lihat ada yang “nuduh” klo gue di bayar sama mereka, padahal cuma di bayar terima kasih saja sudah cukup.

Oh, sekarang gue lagi “break” dari K-Pop, jadi kemungkinan besar ngga bakal dateng ke konser-konser K-pop, tapiiiii ada kemungkinan gue dateng buat SNSD, secara gue takut mereka bubarrrr abis tur ini kelar… hehehe… semoga kita bisa ketemuan yah.

Ada pertanyaan? Komen ajah, nanti gue jawab.

P.S: Saat ini KoreanUpdates tidak membuka recruitment.

A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 3 – Final)

Yay!! Minggu depan berangkat ke Eropa!! Like Finally!! Jadi menyambung preparation part 1 dan part 2, kita lanjut ke part terakhir yakni, booking dan beli pritilan keperluan seperti kereta, tiket masuk wisata, bus wisata dalam kota dan bus antar negara.

Postingan ini akan lebih pendek karena memang sudah final preparation, dimana visa schengen gue keluarnya kira-kira 7 hari kerja (kadang bisa 10 hari kerja tergantung musim), jadi Selasa masuk, kira2 Kamis minggu depannya sudah keluar, Senin agent gue uda kirim ke rumah dengan selamat!

Jadi proses urus visa schengen Prancis di TLScontact tuh kira-kira begini:

  1. Setelah submit dokumen ke agent, kalau sudah lengkap maka mereka akan langsung kasih tahu appointment kita kapan (dan ini pasti pagi dari kurang dari jam 11). Bayar ke agent kita totalnya.
  2. Gue dapet appointment jam 10:30, ya artinya gue cuma boleh masuk di jam 10:30. Nah gue kan takut telat dan macet, jadi datenglah gue pagian, kirain bisa masuk, tapi tidak bisa, tetap sesuai appointment. Boleh datang pagian, tapi jangan telat yah, karena mereka cuma nungguin 20-30 menit, kan malu kalau telat!
  3. Nanti setelah di panggil, kita masuk ruangan tunggu selanjutnya, agent gue ngurusin semua, cuma emang ada masalah kecil misunderstanding dimana hotel gue di amsterdam ngga tulis tanggal check out, jadi dikira gue check out sehari sebelum gue pulang, jadi ditanyain lah hotel itu 1 malamnya mana? Jelasin ajah dengan baik-baik, mereka mengerti kok.
  4. Abis itu, tanda tangan formnya. lalu Biometric scan (sidik jadi dan foto), oh biometric scan ini klo ngga salah berlaku 5 tahun, jadi simpan baik-baik kertasnya, jadi next time kamu mau urus visa lagi, ngga perlu biometric scan lagi dan ngga perlu keluarin biaya biometric scan.
  5. Tunggu saja 7-10 hari kerja, kalau gue keluarnya 7 hari kerja. plus 3 hari lah karena gue baru dianter hari seninnya.

Saran gue, urus visa lebih awal ajah, biar ngga buru-buru, ini cepet banget cuma 30 menit. Oh, jadi gue ambil asuransi perjalanan DUO (untuk berdua) agar lebih hemat, totalnya klo ngga salah 58USD (disaat USD uda 14rban), ini syarat untuk visa yah.

Next gue langsung cari kereta buat tujuan gue Paris ke Brussels, tapi shock berat ketika harganya melambung jadi 120an Euro berdua, dari yang tadinya cuma 58 Euro berdua!! Akhirnya, kita book bus dengan harga 30 Euro berdua plus 10 euro buat extra bagasi. Bus dan kereta beda lama perjalanan 1.5 jam. 😦

Beruntung Brussels – Cologne, Cologne – Amsterdam masih harga bersahabat. Mana gue tuker EURO disaat lagi kurang baik kan kursnya, dapetnya Rp. 16.360 per EURO. sedihnya bukan main! Goodbye shopping!

Lalu booking apalagi? Gue perlu beli tiket bus wisata hop on hop off di paris, dan menurut gue the best deal naik yang Le Open Tour Bus, dimana dia memiliki jaringan 4 line dan 50 stops, dibanding yang lain cuma 9 stops dan 1 line! Jadi ini all-in-one banget, gue beli tiketnya disini: http://www.city-discovery.com/paris/tour.php?id=957, ini rutenya: http://www.city-discovery.com/paris/Open_Tour.pdf, pas gue beli yang Euro masih gitu-gitu ajah, dan yang bikin gue kesel, ternyata dia charge gue pake USD, karena kartu kredit gue kan dari Indonesia, jadi mungkin dia terima Euro dan USD.

Terus gue mau ke “taman kincir angin” di rotterdam, kalau beli tiketnya online diskon 10%, I love discount, jadi gue beli dulu disini: https://www.kinderdijk.com/buy-tickets, harga tiketnya 6.75 EURO per orang.

Terus, ternyata di Europe ada perusahan penyedia jasa FREE WALKING TOUR!! YES! FREE!! tapi buat maximum ber 9 yah, lebih dari 9 kamu kudu bayar. 🙂

Jadi di brussels dan amsterdam, gue mau pakai Free Walking Tour ini! hehe.

Di cek ajah websitenya yah. 🙂

Nah untuk packing, so far gue berencana pakai jaket wool gue dan cardigan wool ajah, karena suhu di siang- soreh hari 12-19 derajat, sedangkan gue kan ngga jalan sampai malem-malem banget, jadi it’s okay lah.

Baiklah! Mari siap-siap berangkat!

 

How to Make Swedish Meatballs – That IKEA Meatballs

IKEA Swedish Meatballs is the item you must eat when you are visiting IKEA, some people going to IKEA just to eat this meatballs. In Indonesia, people went crazy when IKEA first open in Alam Sutera, Tangerang, suburb of Jakarta. They are queuing up on IKEA restaurant to buy this babies, and the restaurant is always packed during lunch time or weekends.

After going there three times, about 40-minute drive from my house, I think I need to make my own Swedish meatballs, well basically, it is a meatballs but not like meatballs that Indonesian used to eat, there are still meaty texture to it. And by the way, in my recipes it contains pork meat, because I found out that why the Indonesian IKEA meatballs is so tiny compare to Singapore, Thailand or Shanghai’s, because it does not contain pork meat, just beef, I don’t know what can’t the meatballs the same size, may be the cost just too high while they are selling it cheap, but I think my meatballs is cheaper than the IKEA one.

Swedish Meatball _ edwinjoo

So here is the recipes:

Meatballs:

  1. 500 gr of ground lean beef (you can mix it with the one with fat, the supermarket like foodhall knows it)
  2. 500 gr of ground pork (I think you can replace pork with ground beef mix with beef fat)
  3. 100 gr of white bread crumbs (I found out this gave a weird smell if you buy a cheap bread crumbs, but taste alright, buy the one that more expensive.)
  4. 1 egg
  5. salt, pepper to taste (don’t add too much salt, i suggest 1 to 1.5 teaspoon is enough)
  6. 1 teaspoon black pepper
  7. 200 ml heavy cream/full cream milk for meatball
  8. 200 – 300 ml heavy cream/full cream milk for mashed potato.
  9. 1 big onions, chops (Indonesia: Bawang bombay)
  10. 3 cloves of shallot (Indonesia: Bawang merah)
  11. Unsalted butter to saute the onions
  12. salted butter/margarine for mashed potato
  13. 1/2 kg butter potato

Sauce:

  1. 200-300 ml of heavy cream (must)
  2. demi-glace powder, you can buy it in supermarket but in huge quantity.
  3. water and hot water.

How to make it:

Mashed potato:

  1. clean the skin of the potatos, cut into wedges.
  2. boil it until soft
  3. rinse it, add salted butter/margarine while the potato still steaming hot.
  4. mashed using masher or fork
  5. add heavy cream or milk slowly
  6. mix well, add salt and pepper to taste.
  7. cover it with plastic wrap and leave it aside.

Meatballs:

  1. chopped the onions into small size, then saute it with unsalted butter until it soften, do not burn it.
  2. Mix the meats, salt, pepper, black pepper, eggs, bread crumbs (add milk/heavy cream to bread crumbs mix well then add to the meats), saute onions
  3. make a small size round balls, put it on a tray first.
  4. add little cooking oil to a nonstick pan in a small fire.
  5. put the meatballs to the pan, pan fry the balls in a medium fire, don’t forget to turn side.
  6. cook it for around 10-15 minutes or until you think its cooked. I make the ball in a small size so the meatball can cook faster. but don’t cook it until it dried, keep it juicy.
  7. Put into the plate with your mashed potato then pour your sauce.

Sauce:

  1. add 5 spoon of demi-glace powder to a pan, add water (not hot) whisked it until it dissolved, then turn on the fire in medium.
  2. Keep on stirring, add heavy cream little by little, until it thickened, add a little hot water so the sauce is not so thick but I want it to be creamy saucy.
  3. Taste it, if it is too salty, add more hot water.

I’m sorry if my recipe is quite confusing, it is my first time writing down a recipe, usually i cook without using any recipes, just using my feeling.

Hope you can make it! Comment below if you can do it or you can ask me any questions.

A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 2)

Menyambung dari A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 1)gue mau bahas prepation gue selanjutnya, yakni ngelengkapin seluruh dokumen yang diperlukan termasuk booking hostel di Amsterdam untuk aplikasi visa Schengen via kedutaan Prancis karena gue akan lebih lama di Paris. Minggu ini gue bakalan menyiapkan semuanya, karena minggu depan gue mau ke Penang, Malaysia, sedangkan gue butuh ngurus ini segera biar ngga kepikiran, plus alhamdulilah, duit sudah masuk ketabungan. 🙂

ST CHRISTOPHER'S AT THE WINSTON, AMSTERDAM | Klik gambar untuk link langsung ke hostelnya.
ST CHRISTOPHER’S AT THE WINSTON, AMSTERDAM | Klik gambar untuk link langsung ke hostelnya.

Jadi gue dan Ko Indra memutuskan untuk memilih untuk tinggal di cabang dari St. Christopher’s Inn Paris yang berada di Amsterdam, namanya ST CHRISTOPHER’S AT THE WINSTON. Lokasinya di Red Light District, yeah, tapi ini di pusat kota, deket kemana-mana jadi kita pilih disini, walau kalau malam pastinya gue dan Ko Indra bisa sedikit cuci mata dan culture shock sih. Terus it is the best hostel in Amsterdam voted by Hostelworld. Harga hostelnya itu sekitar €179 untuk dua malam di 5-bed ensuit room, tapi kebetulan pakai voucher diskonnya LIVEYOURLIFE5, dapat diskon 5% khusus untuk booking di websitenya, lumayan dipotong €8, lumayan buat beli jajanan.

Nah sekarang bookingan hostel/hotel sudah lengkap, apalagi yang perlu disiapkan? Yang jelas butuh aplikasi visa Schengen di kedutaan Prancis. Karena gue dan Ko Indra orangnya sibuk, gue butuh bantuan travel agent buat urus keperluan, tapi tetep saja gue dan Ko Indra harus menyediakan dokumennya selengkap mungkin. Harga urus visa Schengen di Kedutaan Prancis dari travel agent itu Rp. 1.488.000 belum termasuk asuransi perjalanan sekitar US$38. Lalu ini adalah dokumen-dokumen yang harus kamu siapkan:

  1. Paspor lama dan Paspor baru (berlaku 6 bulan ke atas)
  2. Surat Sponsor ditujukan ke “Embassy of France” (diatas kop Surat dalam Bhs. Inggris)
  3. Copy SIUP (apabila Owner)
  4. Copy bukti keuangan 3 bulan terakhir (disarankan minimal keuangan Rp 50jt/orang dan tidak mendadak)
  5. Copy Kartu keluarga
  6. Copy Akte nikah (kalau menikah)
  7. Copy Akte lahir anak
  8. Formulir Visa France
  9. Form Wajib Isi France (Wajib diisi oleh masing” peserta untuk mengambil appointment pada website)
  10. Foto 4 lembar ukuran 3,5 x 4,5 dengan latar belakang putih (Zoom Wajah 70%, Kening & Telinga harus terlihat)
  11. Copy KTP
  12. Surat Izin Suami / Orang Tua (apabila istri / anak berusia dibawah 18 tahun berpergian tanpa pendamping / orang tua)
  13. Surat Ganti Nama (apabila ada pergantian nama)
  14. Surat Keterangan Sekolah dalam Bahasa Inggris (apabila anak berusia sekolah ikut berpergian)
  15. Akta Kematian (apabila Istri berpergian tanpa pendamping yang sudah meninggal)
  16. Peserta wajib menghadap kedutaan dengan tujuan Scan Biometric (retina) & Sidik Jari (jadwal sesuai yang telah ditentukan oleh Kedutaan bersangkutan) Menara Anugrah TLS Contact, Lingkar Mega Kuningan Lt 3 ( samping Embassy Thailand )
  17. Proses visa: 7 – 10 hari kerja

 

Setidaknya syarat visa diatas tidak seribet urus visa Korea Selatan, tapi selama ini menurut gue visa paling gampang syaratnya cuma visa China, cuma butuh: Paspor, Foto, Copy KTP, Copy Tiket pswt dan Copy hotel. done. tanpa perlu menyertakan bukti keuangan dan lain-lain.

Travel agent yang gue pake Rotama, karena gue ada kenalan yang kerja disana, dulu dia di Avia tapi pindah ke Rotama, yang gue ikutan pindah ngurus visanya. Dulu gue ngurus visa Jepang di Avia, murah dan gampang.

Jadi selanjutnya bakalan gue bahas Itinerary kali yah? Sejujurnya, gue dan Ko Indra belum merancang Itinerary, karena di Paris, gue dan Ko Indra bakalan naik Bus Hop On Hop Off yang harganya Rp. 1.1jt buat 2 orang untuk 2×24 jam, dan ada 50 perberhentian di 4 line, semua monumen dan tempat wisata hampir tercover bus ini. keren kan??? Linknya: http://www.city-discovery.com/paris/tour.php?id=957.

Untuk di Cologne, gue dan Ko Indra mikir kalau di Cologne ngga ada apa-apa gue mau ke kota Bonn, Jerman, ada museumnya Beethoven, karena Bonn itu kota kelahiran Beethoven. Sok-sokan banget yah padahal ngga ngerti musik klasik. Dan Bonn ini cuma 17 menit naik intercity train dari Cologne, jadi PP cuma 30an menit, lumayan buat killing time, 17 menit itu kayak dari rumah gue ke central park mall naik mobil… hahaha…

Nah di Brussels, Belgia, gue rencana mau ke Antwerp, salah satu kota juga di Belgia. Di Brussels itu karena denger-denger tempat wisatanya kurang banyak, jadi mungkin gue kekota masih di Belgia naik kereta. Naik kereta dari Brussels ke Antwerp itu sekitar 43 menit, PP 1.5 jam, lumayan lah di Antwerp bisa hunting foto. Hehehe…

kinderdijk
kinderdijk

Terus di Amsterdam, Belanda, yang pasti gue dan Ko Indra mau ke Kinderdijk, deket kota Rotterdam, Belanda, naik kereta kesana ngga terlalu lama. Kinderdijk ini bukan Kinder Bueno yah, tapi ini adalah situs warisan UNESCO, desa Kincir Angin tertua didunia. ENDES KAN! Ke Belanda itu selain lihat bunga tulip, wajib liat Kincir Anginnya. 🙂

Uda dulu kali yah? Preparation Part 3 bakalan setelah gue dapat visa, tentang packing buat Trip musim gugur, plus mungkin list itinerary yang lebih lengkap, postingannya masih agak lama. Hehe. Oya gue janji bakalan ngepost blog sehari sekali tentang perjalanan gue di Eropa pas gue disana. Jadi biar gue ngga lupa. Ciao!

Gallery

Authentic Japanese Cheesecake from Chizukek

I always love food that use cheese. And I think Japanese Cheesecake is the best cheesecake.

After trying lots of Japanese cheesecake in my life, i came across this brand of Japanese cheesecake, Chizukek, well that’s how Japanese pronounce Cheesecake. 🙂

Chizukek _ edwinjoo _ 2
It came with a cute high quality box!

What’s so different with other famous brand like Uncle Tetsu Cheesecake, this is made in Indonesia, as far as i know it is a local brand, they deliver to you house if you are in Jakarta, Indonesia. What’s so special about Chizukek compare to Uncle Tetsu? The taste and the smoothness is so different, personally I enjoyed Chizukek more than Uncle Tetsu.

Chizukek _ edwinjoo _ 3
First Slice.. YUM!!

Because the cheese taste is more real than Uncle Tetsu, the sweetness is just right, the smoothness, eat this cake with a spoon not fork, taste awesome until the last bit of it. While Uncle Tetsu where I can only buy it overseas, you need to queue to get only 1 cake that taste just like a sponge cake, so bland.

Chizukek _ edwinjoo _ 1
Third and Fourth Slices… MORE PLEASE…

You know the feeling of eating food that so good that you are smiling from ear to ear while eating it? Yes I did when I took the first bite of Chizukek. I’m going to eat the whole 18-inch cake for sure!

You can buy this awesomeness by checking their Instagram: @chizukek, the price for 18-inch cake of awesomeness is Rp. 199,000 but it is so worth it! And they deliver within the Jakarta area with a fee.

YOU SHOULD TRY THIS!

 

Choipan Paling Enak Sedunia Itu Buatan Nyokap!

Jujur saja, masakan nyokap memang enak, tapi karena gue juga suka masak, jadi biasa nyokap juga makan masakan gue. Tapi ada satu masakan yang nyokap gue paling jago bikinnya, yakni choipan.

Choipan itu apa sih? Jadi bahan-bahannya (menurut nyokap):

Kulitnya:

  • Tepung beras
  • sedikit tepung sagu,
  • sedikit tepung rahasia nyokap,
  • air panas mendidih,
  • garam dikit.

Isinya:

  • Bengkoang di iris korek api
  • ebi (udang kering) direndem sampe lembek.
  • garam
  • lada
  • gula/msg
  • extra kerupuk kulit babi yang bikin jadi ngga halal, kalau mau halal, yah jangan masukin ini, ganti kerupuk kulit ayam mungkin.

Lengkap proses pembuatannya gue ngga ngerti gimana, tapi pembuatan choipan ini butuh keterampilan tangan dimana itu adonan kulitnya di pipihin pake tangan sampe bentuk bulet kayak kulit wantan/siomay/hakau.

Choipan Buatan Mama 2
Dipakein minyak bawang putih goreng makin makyuss!!

Nah, apa sih yang bikin choipan nyokap gue enak banget walau lu makan 30-40 biji ajah masih mau lagi? Kulit bikinan nyokap itu enak, ga lembek ga keras. Terus ukurannya sekali makan punya alias bite size, jadi kita ngga perlu dua kali lahap kayak choipan lainnya. Makin kecil choipan, makin susah bikinnya. 🙂

Jadi nyokap mulai bikin uda lama banget, pas gue masih kecil, dan ini salah satu makanan favourite gue dan keluarga besar, dulu yang suka bikin Choipan tuh cecenya nyokap jadi kalau mau makan ini kudu kerumah ieie gue, nah karena nyokap sering bantuin, jadi skill nyokap meningkatlah, trial and error, tapi yang error ajah gue masih suka. Sekarang menurut gue, dikeluarga besar gue, yang paling jago bikin choipan itu adalah nyokap gue. Semua suka, sampe sepupu2 gue yang kecil-kecil ajah suka.

Pernah gue wacanakan buat jualan choipan ajah, tapi bok, bikinnya itu lama dan butuh tangan banyak, sedangkan nyokap gue cuma punya dua tangan plus bantuan dan PRT gue. Kasianlah nyokap. 🙂

Thanks mom for making this again (after hiatus for more than a year, she doesn’t want to make it after my grandma (her mom) passed away).

Love you!