A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 2)

Menyambung dari A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 1)gue mau bahas prepation gue selanjutnya, yakni ngelengkapin seluruh dokumen yang diperlukan termasuk booking hostel di Amsterdam untuk aplikasi visa Schengen via kedutaan Prancis karena gue akan lebih lama di Paris. Minggu ini gue bakalan menyiapkan semuanya, karena minggu depan gue mau ke Penang, Malaysia, sedangkan gue butuh ngurus ini segera biar ngga kepikiran, plus alhamdulilah, duit sudah masuk ketabungan. 🙂

ST CHRISTOPHER'S AT THE WINSTON, AMSTERDAM | Klik gambar untuk link langsung ke hostelnya.
ST CHRISTOPHER’S AT THE WINSTON, AMSTERDAM | Klik gambar untuk link langsung ke hostelnya.

Jadi gue dan Ko Indra memutuskan untuk memilih untuk tinggal di cabang dari St. Christopher’s Inn Paris yang berada di Amsterdam, namanya ST CHRISTOPHER’S AT THE WINSTON. Lokasinya di Red Light District, yeah, tapi ini di pusat kota, deket kemana-mana jadi kita pilih disini, walau kalau malam pastinya gue dan Ko Indra bisa sedikit cuci mata dan culture shock sih. Terus it is the best hostel in Amsterdam voted by Hostelworld. Harga hostelnya itu sekitar €179 untuk dua malam di 5-bed ensuit room, tapi kebetulan pakai voucher diskonnya LIVEYOURLIFE5, dapat diskon 5% khusus untuk booking di websitenya, lumayan dipotong €8, lumayan buat beli jajanan.

Nah sekarang bookingan hostel/hotel sudah lengkap, apalagi yang perlu disiapkan? Yang jelas butuh aplikasi visa Schengen di kedutaan Prancis. Karena gue dan Ko Indra orangnya sibuk, gue butuh bantuan travel agent buat urus keperluan, tapi tetep saja gue dan Ko Indra harus menyediakan dokumennya selengkap mungkin. Harga urus visa Schengen di Kedutaan Prancis dari travel agent itu Rp. 1.488.000 belum termasuk asuransi perjalanan sekitar US$38. Lalu ini adalah dokumen-dokumen yang harus kamu siapkan:

  1. Paspor lama dan Paspor baru (berlaku 6 bulan ke atas)
  2. Surat Sponsor ditujukan ke “Embassy of France” (diatas kop Surat dalam Bhs. Inggris)
  3. Copy SIUP (apabila Owner)
  4. Copy bukti keuangan 3 bulan terakhir (disarankan minimal keuangan Rp 50jt/orang dan tidak mendadak)
  5. Copy Kartu keluarga
  6. Copy Akte nikah (kalau menikah)
  7. Copy Akte lahir anak
  8. Formulir Visa France
  9. Form Wajib Isi France (Wajib diisi oleh masing” peserta untuk mengambil appointment pada website)
  10. Foto 4 lembar ukuran 3,5 x 4,5 dengan latar belakang putih (Zoom Wajah 70%, Kening & Telinga harus terlihat)
  11. Copy KTP
  12. Surat Izin Suami / Orang Tua (apabila istri / anak berusia dibawah 18 tahun berpergian tanpa pendamping / orang tua)
  13. Surat Ganti Nama (apabila ada pergantian nama)
  14. Surat Keterangan Sekolah dalam Bahasa Inggris (apabila anak berusia sekolah ikut berpergian)
  15. Akta Kematian (apabila Istri berpergian tanpa pendamping yang sudah meninggal)
  16. Peserta wajib menghadap kedutaan dengan tujuan Scan Biometric (retina) & Sidik Jari (jadwal sesuai yang telah ditentukan oleh Kedutaan bersangkutan) Menara Anugrah TLS Contact, Lingkar Mega Kuningan Lt 3 ( samping Embassy Thailand )
  17. Proses visa: 7 – 10 hari kerja

 

Setidaknya syarat visa diatas tidak seribet urus visa Korea Selatan, tapi selama ini menurut gue visa paling gampang syaratnya cuma visa China, cuma butuh: Paspor, Foto, Copy KTP, Copy Tiket pswt dan Copy hotel. done. tanpa perlu menyertakan bukti keuangan dan lain-lain.

Travel agent yang gue pake Rotama, karena gue ada kenalan yang kerja disana, dulu dia di Avia tapi pindah ke Rotama, yang gue ikutan pindah ngurus visanya. Dulu gue ngurus visa Jepang di Avia, murah dan gampang.

Jadi selanjutnya bakalan gue bahas Itinerary kali yah? Sejujurnya, gue dan Ko Indra belum merancang Itinerary, karena di Paris, gue dan Ko Indra bakalan naik Bus Hop On Hop Off yang harganya Rp. 1.1jt buat 2 orang untuk 2×24 jam, dan ada 50 perberhentian di 4 line, semua monumen dan tempat wisata hampir tercover bus ini. keren kan??? Linknya: http://www.city-discovery.com/paris/tour.php?id=957.

Untuk di Cologne, gue dan Ko Indra mikir kalau di Cologne ngga ada apa-apa gue mau ke kota Bonn, Jerman, ada museumnya Beethoven, karena Bonn itu kota kelahiran Beethoven. Sok-sokan banget yah padahal ngga ngerti musik klasik. Dan Bonn ini cuma 17 menit naik intercity train dari Cologne, jadi PP cuma 30an menit, lumayan buat killing time, 17 menit itu kayak dari rumah gue ke central park mall naik mobil… hahaha…

Nah di Brussels, Belgia, gue rencana mau ke Antwerp, salah satu kota juga di Belgia. Di Brussels itu karena denger-denger tempat wisatanya kurang banyak, jadi mungkin gue kekota masih di Belgia naik kereta. Naik kereta dari Brussels ke Antwerp itu sekitar 43 menit, PP 1.5 jam, lumayan lah di Antwerp bisa hunting foto. Hehehe…

kinderdijk
kinderdijk

Terus di Amsterdam, Belanda, yang pasti gue dan Ko Indra mau ke Kinderdijk, deket kota Rotterdam, Belanda, naik kereta kesana ngga terlalu lama. Kinderdijk ini bukan Kinder Bueno yah, tapi ini adalah situs warisan UNESCO, desa Kincir Angin tertua didunia. ENDES KAN! Ke Belanda itu selain lihat bunga tulip, wajib liat Kincir Anginnya. 🙂

Uda dulu kali yah? Preparation Part 3 bakalan setelah gue dapat visa, tentang packing buat Trip musim gugur, plus mungkin list itinerary yang lebih lengkap, postingannya masih agak lama. Hehe. Oya gue janji bakalan ngepost blog sehari sekali tentang perjalanan gue di Eropa pas gue disana. Jadi biar gue ngga lupa. Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s