A Dream Trip to EUROPE (Preparation Part 3 – Final)

Yay!! Minggu depan berangkat ke Eropa!! Like Finally!! Jadi menyambung preparation part 1 dan part 2, kita lanjut ke part terakhir yakni, booking dan beli pritilan keperluan seperti kereta, tiket masuk wisata, bus wisata dalam kota dan bus antar negara.

Postingan ini akan lebih pendek karena memang sudah final preparation, dimana visa schengen gue keluarnya kira-kira 7 hari kerja (kadang bisa 10 hari kerja tergantung musim), jadi Selasa masuk, kira2 Kamis minggu depannya sudah keluar, Senin agent gue uda kirim ke rumah dengan selamat!

Jadi proses urus visa schengen Prancis di TLScontact tuh kira-kira begini:

  1. Setelah submit dokumen ke agent, kalau sudah lengkap maka mereka akan langsung kasih tahu appointment kita kapan (dan ini pasti pagi dari kurang dari jam 11). Bayar ke agent kita totalnya.
  2. Gue dapet appointment jam 10:30, ya artinya gue cuma boleh masuk di jam 10:30. Nah gue kan takut telat dan macet, jadi datenglah gue pagian, kirain bisa masuk, tapi tidak bisa, tetap sesuai appointment. Boleh datang pagian, tapi jangan telat yah, karena mereka cuma nungguin 20-30 menit, kan malu kalau telat!
  3. Nanti setelah di panggil, kita masuk ruangan tunggu selanjutnya, agent gue ngurusin semua, cuma emang ada masalah kecil misunderstanding dimana hotel gue di amsterdam ngga tulis tanggal check out, jadi dikira gue check out sehari sebelum gue pulang, jadi ditanyain lah hotel itu 1 malamnya mana? Jelasin ajah dengan baik-baik, mereka mengerti kok.
  4. Abis itu, tanda tangan formnya. lalu Biometric scan (sidik jadi dan foto), oh biometric scan ini klo ngga salah berlaku 5 tahun, jadi simpan baik-baik kertasnya, jadi next time kamu mau urus visa lagi, ngga perlu biometric scan lagi dan ngga perlu keluarin biaya biometric scan.
  5. Tunggu saja 7-10 hari kerja, kalau gue keluarnya 7 hari kerja. plus 3 hari lah karena gue baru dianter hari seninnya.

Saran gue, urus visa lebih awal ajah, biar ngga buru-buru, ini cepet banget cuma 30 menit. Oh, jadi gue ambil asuransi perjalanan DUO (untuk berdua) agar lebih hemat, totalnya klo ngga salah 58USD (disaat USD uda 14rban), ini syarat untuk visa yah.

Next gue langsung cari kereta buat tujuan gue Paris ke Brussels, tapi shock berat ketika harganya melambung jadi 120an Euro berdua, dari yang tadinya cuma 58 Euro berdua!! Akhirnya, kita book bus dengan harga 30 Euro berdua plus 10 euro buat extra bagasi. Bus dan kereta beda lama perjalanan 1.5 jam. 😦

Beruntung Brussels – Cologne, Cologne – Amsterdam masih harga bersahabat. Mana gue tuker EURO disaat lagi kurang baik kan kursnya, dapetnya Rp. 16.360 per EURO. sedihnya bukan main! Goodbye shopping!

Lalu booking apalagi? Gue perlu beli tiket bus wisata hop on hop off di paris, dan menurut gue the best deal naik yang Le Open Tour Bus, dimana dia memiliki jaringan 4 line dan 50 stops, dibanding yang lain cuma 9 stops dan 1 line! Jadi ini all-in-one banget, gue beli tiketnya disini: http://www.city-discovery.com/paris/tour.php?id=957, ini rutenya: http://www.city-discovery.com/paris/Open_Tour.pdf, pas gue beli yang Euro masih gitu-gitu ajah, dan yang bikin gue kesel, ternyata dia charge gue pake USD, karena kartu kredit gue kan dari Indonesia, jadi mungkin dia terima Euro dan USD.

Terus gue mau ke “taman kincir angin” di rotterdam, kalau beli tiketnya online diskon 10%, I love discount, jadi gue beli dulu disini: https://www.kinderdijk.com/buy-tickets, harga tiketnya 6.75 EURO per orang.

Terus, ternyata di Europe ada perusahan penyedia jasa FREE WALKING TOUR!! YES! FREE!! tapi buat maximum ber 9 yah, lebih dari 9 kamu kudu bayar. 🙂

Jadi di brussels dan amsterdam, gue mau pakai Free Walking Tour ini! hehe.

Di cek ajah websitenya yah. 🙂

Nah untuk packing, so far gue berencana pakai jaket wool gue dan cardigan wool ajah, karena suhu di siang- soreh hari 12-19 derajat, sedangkan gue kan ngga jalan sampai malem-malem banget, jadi it’s okay lah.

Baiklah! Mari siap-siap berangkat!

 

Advertisements

Common English Mistakes Indonesians Make

You’re welcome. not your welcome. :))

pojok monicantik : my corner to be free

So here’s the list of the common typos or maybe appropriately stated as salah kaprah English terms Indonesians make. Mungkin terasa sepele, tapi kalau didengar oleh orang-orang yang sudah fasih berbahasa Inggris dan tau yang bener seperti apa, well it can be a bit annoying. Ya kita sebagai pengguna bahasa orang ya sebaiknya tidak ignorant lah buat tau yang bener kayak apa. Ini sih hasil pengamatan gue selama sekian tahun, entah bahasa lisan atau tertulis di social network dan internet 🙂

1. Deadline vs Dateline

Orang Indonesia sering salah mengartikan. Kalau yang dimaksud batas pengumpulan atau tenggat waktu, ya yang bener itu deadline!

Kalau ditinjau dari segi arti kata: deadline artinya the point in time at which something must be completed.
The word “dateline” is used today mainly to label the bit of text at the top of a printed news story that indicates where and—often, but not always—when it…

View original post 1,019 more words